Rabu, 16 Desember 2020

guruku

Nama : Yulia andini
Nim    : 12001325
Kelas : 1i
Prodi : Pai

          Drs. K.H. suadi mastur bahri


Drs. H. SUAIDI MASTUR adalah kelahiran Madura yang lahir pada 3 Maret 1965 di desa Tlangoh Keamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan , Jawa Timur. Beliau adalah salah seorang putra dari kiai Mastur Bahri, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Dasuki, Bangkalan, Jawa Timur, Suaidi Krcil mendapat bimbingan keagamaan langsung dari kedua orang tuanya. Ketika berusia 6 tahun, suaidi mastur SD di desanya. Setelah tamat dari SD melanjutkan pendidikannya ke Pondok  Nurul-Kholil, Bangkalan selama 6 tahun sambil sekolah di MTs N dan MAN Bangkalan. Setelah itu, Beliau melanjutkan pendidkan  ke fakultas Syari’ah, jurusan Muamalat Jinayat IAIN Sunan Ampel, Surabaya.
Setelah selesai belajar di IAIN pada 1992, beliau di ajak merantau ke Pontianak oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul-Kholil, Kiai Zubair Muntashor. Di sini lah bertemu jodoh dengan seorang gadis Pontianak, Sri Wahyuni, Putri dari Pengasuhan susu sapi, M. Djani Aspari. Setelah mempunyai seorang anak, Drs. H. SUAIDI MASTUR di tawari untuk melanjutkan Pendidikan ke Timur Tengah. Lembaga Pendidkan yang di pilih adalah Ma’had  Aly Darul-Mustofa, Tarim , Hadramaut, Yaman
Setelah belajar selama 1 tahun 7 bulan, beliau kembali ke Indonesia. Kepulangannya ini di sambut oleh masyarakat dengan memintanya mengamalkan ilmu-ilmu yang telah diperolehnya selama ini dengan mendirkan Pondok Pesantren. Gayung pun bersambut, keinginan Masyarakat tesebut direspon dengan baik oleh Drs. H. SUAIDI MASTUR. Beliau pun mendirikan Pondok Pesantren yang di beri nama DARUL-KHAIRAT. Peristiwa monumental tercatat pada tanggal 17 Rabi’ul Awal 1419 H, bertepatan dengan tanggal 12 Juni 1999.
Sifat kesederhanaan beliau dalam kesehariannya membuat para santri takjum akan beliau,yang hidup serba akan kecukupan akan tetapi memilih untuk hidup sederhana. Ketegasan beliau dalam membimbing santrinya juga sangat luar biasa dalam keseganannya, menasehati para santri beliau pun sangatlah termotivasi.
Beliau tidak akan pilih kasih dan berprilaku adil akan santrinya walaupun salah satu keluarga beliau nyantri di pondok pesantrennya beliau akan tetap adil. Pada tahun 2019 kita para santri di kejutkan oleh kebahagian yang tiada terkira karena pada tahun itu kita para santriwanti di izinkan untuk keluar pesantren dan melaksanakan acara rutinan yaitu ziarah, tapi bedanya pada tahun ini ziarah kita adalah ziarah paling waww di antara ziarah-ziarah sebelumnya, karena kita baik santriwan dan santriwati keluar untuk menuju ke pemakan untuk ziarah,dan ziarah ini bukan hanya untuk kita para santri,akan tetapi para alumni juga ikut andil dalam acara tahunan ini.
Ziarah Akbar ini Bertujuan untuk Mengenang Jasa Guru dan Mempererat Tali Silaturrahmi,tujuan digelarnya ziarah akbar dan pawai ta'ruf dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Namun, tujuan utamanya adalah untuk mengenang jasa-jasa pendiri pondok pesantren, yaitu Alm. H. Muhammad Jani Aspari yang telah memberikan banyak ilmu, agar para santri dapat menerapkannya.
"Tujuannya supaya mereka (para santri dan alumni) mengenang jasa jasa beliau (pendiri) betapa pentingnya orang yang punya harta, seseorang yang punya kelapangan dada untuk mewakafkan dan menyerahkan hartanya di hadapan Allah SWT,"
Dalam kegiatan ziarah tersebut, KH. Suaidi menuturkan bahwa diikuti oleh para santri/santriwati, para alumni, dan juga para pengurus yang berjumlah ribuan peserta. Dan pada angkatan kamilah pertama kali di adakannya ziarah akbar yang bertepatan pada tahun 2019,beliau mengatakan, baru kali ini ziarah akbar dilaksankan dengan melibatkan para alumni. Namun, sebelumnya hal tersebut sudah menjadi agenda rutin tiap tahunnya di kala menuju bulan suci ramadhan.

"Kalau untuk ziarah akbar ini baru kali ini digelar dengan melibatkan para alumni, sebelumnya hanya ziarah biasa yang rutin kita laksanakan. Ini juga bentuk kepedulian para alumni yang tetap mengingat tempat mereka menempuh ilmu.Pondok pesantren yang berdiri sejak 1999 ini telah meluluskan ribuan santrinya, yang saat ini tersebar di seluruh Indonesia bahkan ada yang sampai ke negeri tetangga, seperti Malayasia. Para lulusan pasantren Darul Khairat sudah banyak yang bekerja dengan berbagai profesi.
Para alumni kita sudah tersebar di hampir seluruh per kabupaten, nasional, Malayasia juga ada di Kucing, terus kemarin ada di Selangor Malayasia. Untuk santri yang ada saat ini yang sedang menempuh pendidikan ada sekitar 800 orang, untuk alumni yang tersebar sudah ada sekitar 3000 orang. Untuk itu, dengan adanya kegiatan tersebut maka beliau berharap para santri dan alumni beserta para pengurus dapat mengenang jasa para orang yang pernah berbuat baik tentang agama, sosial, budaya, syiar islam dan lain sebagainya.Apalagi sekarang mendekati bulan ramadhan biar mengingat untuk dapat beramal baik menjelang bulan ramadan.
Kepada para alumni beliau berpesan agar terus menjaga silaturrahmi dengan guru-gurunya, dengan orang yang pernah mengajarkan ilmu, mengajarkan akhlak dan lain sebagainya.
Silaturrahmi harus terus dijaga walaupun mereka sudah berada di berbagai daerah. Pada saat kita keluar dari pesantren dan meramaikan jalan,para masyarakat pun ada yang merekam perjalanan kita melalu handphone genggamnya,di karenan pas waktu golongan santriwati keluar pondok,itu semuanya memakai baju hitam untuk para santriwati dan alumni, tetapi yang di bedakan hanyalah kerudung untuk almuni,kalau kerudung alumni memakai warna hijau botol sedangkan kami para santri memakai serba hitam dari atas hingga bawah kaki. Dan untuk santriwannya memakai baju putih dan kopiah putih. 
Setelah selesai ziarahbakbarpun kami para santri menuju jalan pulang ke pesantren lagi,pas di jalan tepatnya diarea pasar pagi yang tidak jauh dari pesantren,kami di berikan rezeki oleh para masyarakat dengan di berikan air minuman gelas mineral, dan juga di roti oleh masyarakat sekita yang melihat kita, subhanallah begitu peduli dan sayangnya mereka kepada kita yang insyaallah keluar akan menjadi orang yang bermanfaat dan juga bisa meneruskan jalannya dakwah rasulullah. Masyaallah sungguh sangat senang, dan gembira pada waktu itu dan masih teringat sampai saya sudah berhenti,kenangan itu selalu menyelimuti.
Rasa ingin balik lagi untuk belajar ke pesantren lagi sangat di inginkan ,akan tetapi saya juga harus mencari jati diri,dan juga belajar menghadapi bagaimana kerasnya hidul di luar ini. Semuanya serba akan tipu daya dunia.bahkan pada saat Masa pandemi ini ada saja permasalahan yang muncul entah itu dari pejabat, atasan ataupun para orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Rasa syukur telah pernah belajar di pesantren sangat saya syukuri, karena bisa merasakan hidup mandiri tanpa orang tua, belajar sederhana dan apa adanya, belajar mempertaruhkan jam tidur hanya untuk menyiapkan setoran hafalan dan juga belajar istiqomah di dalam hal kebaikan,belajar mempersingkat waktu, dan memakai waktu dengan sebenar-benarnya, bertaruh debat dalam menyampaikan pendapat pada saat musyawarah, menterbiasakan hidup rapi dan juga menjaga kebersihan, dqn juga belajar menjadi pemimpin dan senior yang baik untuk mendidik Adek-adek kelas dan para santri yang baru masuk. Alhamdulillah sudah pernah saya rasakan dan semoga tetap istiqomah. 
Sekian dari saya dan terimakasih. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

Nama : Yulia Andini Mim    : 12001325 Kelas   : 4I_PAI Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh  KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK A. Pengertian...